Manado,” TEROMPET INDONESI” Konflik Paskah pelaksanaan Rembug Paripurna Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Propinsi Sulawesi Utara yang berakhir dengan munculnya dualisme Kepengurusan akibat ketidak pahaman dan ototeriternya pengurus KTNA Nasional dalam pelaksanaan Rembug Paripurna untuk mendengarkan laporan pertanggungjawaban Pengurus KTNA Masa bhakti sebelumnya dan memilih Pengurus KTNA Propinsi Sulawesi Utara masa bhakti 2025-2030 yang di anggap aneh tidak melalui mekanisme dan prosedur yang benar sesuai ADART dan PO KTNA No. 01 Tahun 2021 maka Pengurus KTNA Kabupaten Kota se sulawesi utara telah mendesak Ketua Umum Ir. Muhamad hady sofyan noor, SH, Sekertaris Jenderal Kusyanto yang sepihak menerbitkan SK dan Wakil Sekertaris Jenderal Zulharman Djus serta Bidang Hukum dan Ham KTNA Nasional yang hadir sebagai Nara Sumber harus mundur namun belum juga mundur hingga saat ini.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan KTNA Kabupaten Minahasa Tenggara Semuel Montolalu,SH menekankan: “Kepada Pak Ketua Umum dan Pak Sekjen serta Wasekjen dan Bidamg Hukum dan Ham yang hadir sebagai nara sumber pada rembuk paripurna KTNA Sulut agar segera mengundurkan diri dan harus punya tasa malu, sebab telah membuat KTNA Sulut terpolarisasi dengan ulah kalian”

Dikatakannya lagi bahwa: “tidak baik menjadi pemimpin dengan tidak konsisten serta mengggunakan jabatan untuk kepentingan sesaat tanpa menerapkan aturan yang benar sesuai dengan yang seharusnya. Hingga saat ini semua yang ditanyakan tidak pernah dijawab, misalnya soal apakah hanya dengan rekomedasi dinas bisa menjadi peserta penuh dalam rembuk paripurna serta bisa mengaklamasi seseorang jadi ketua, apakah peserta penuh yang hanya satu bisa mengaklamsikan dirinya sendiri sebagai ketua dan langsung dilantik?”. Papar Ketua Semuel dengan terheran heran.
Sementara itu Ketua Kelompok Tani Majelis Keluarga besar permesta Devi Kemur mengatakan; “dengan terciptanya dualisme kepengurusan KTNA sulut akibat ulah dari para narasumber KTNA Nasional yang datang tanpa mandat ini bukannya membawa KTNA sulut menjadi satu dan damai justru telah membuat kekisruan yang besar, karna itu tak pantas orang orang seperti ini ada di KTNA Nasional, harus mundur jika tidak punya rasa malu dan Etik”. tegas salah satu penhurus KTNA Sulut berharap.#MDL

